UI Youth Climate Day

UI Youth Climate Day

Kerangka COP 21 sebagai perjanjian global untuk menangani perubahan iklim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Komitmen dan pengetahuan kaum muda turut menjadi penting dalam sosialisasi penanganan perubahan iklim. Hal inilah yang menjadi inti acara Youth Climate Day di Universitas Indonesia (UI), 26-27 Februari 2016 lalu, dengan tajuk “Indonesian Youth Action on Climate Change: Following Up Paris Agreement in COP 21″. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Friedrich Naumann Foundation dengan Indonesian Youth Team on Climate Change (IYTCC), Komunitas GreAction, Research Center for Climate Change (RCCC) UI dan Departemen Lingkungan Hidup BEM UI.

Hari pertama UI Youth Climate Day (UIYCD) diisi dengan sejumlah pembicara dan pakar lingkungan hidup dengan masing-masing perspektifnya. Pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Nur Masripatin, mengungkapkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memiliki dampak lingkungan dan kesehatan, namun juga dampak sosial. Dalam hal ini, setiap generasi memiliki solusi masing-masing untuk perubahan iklim, sehingga yang menjadi bagian penting adalah bagaimana menyatukan kekuatan-kekuatan tersebut ke dalam solusi yang komprehensif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Emil Salim. Prof. Emil memiliki harapan besar terhadap kolaborasi pemuda di tingkat nasional, regional bahkan internasional untuk mengatasi perubahan iklim. Melalui diskusi interaktif, Prof. Emil juga selalu menekankan peran penting pemuda sebagai inovator yang harus selalu belajar. Selanjutnya, acara juga diisi oleh Dr. Erwin Widodo sebagai pembicara dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang mempresentasikan 3 prioritas untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, yaitu Land-based Mitigation, Energy dan Adaptation & Resilience. Prioritas ini sesuai dengan permasalahan yang diungkapkan oleh embicara dari RCCC UI, Dr. Sunaryo. Salah satu dampak perubahan iklim yang cukup terasa di Indonesia adalah kebakaran hutan yang durasinya cukup panjang selama tahun 2015 lalu. Acara hari kedua lalu dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang dibagi ke dalam empat cluster, yaitu Renewable Energy, Edukasi Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan & Lahan, serta Gren Business.

Berbeda dengan hari pertama, acara hari kedua lebih banyak diisi dengan presentasi dan diskusi dari komunitas muda yang peduli akan perubahan iklim, seperti GreAction, IYTCC, Forum Energi Mahasiswa Teknik UI, Komunitas Earth Hour Depok dan GreAction. Diskusi berjalan dengan cukup interaktif serta diakhiri dengan penanaman pohon secara simbolis dan penandatanganan petisi sebagai komitmen bersama untuk mengantisipasi perubahan iklim, termasuk untuk memelihara suhu bumi di bawah dua derajat. Penampilan bintang tamu Ressa Herlambang dan Tasya Kamila kemudian menjadi acara pamungkas rangkaian diskusi dan seminar dua hari ini.

img-1460385405.JPG

img-1460385432.JPG

img-1460385450.JPG

img-1460385462.JPG

img-1460385476.JPG

img-1460385513.JPG


Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar